Pendidikan Nade EasyTujuan PendidikanMetodologi PendidikanGuru BermutuPendidikan Network IndonesiaMajalah Teknologi IndonesiaTeknologi Tepat Guna
Ke Halaman UtamaIsu-Isu Teknologi PendidikanDikotomi Teknologi PendidikanTujuan Teknologi PendidikanInternet Masuk SekolahKegiatan Belajar Mengajar (KBM)
 Home & Situs Jaringan
 Database Teknologi
 Berita Tekno Pendidikan
 Tentang Kami
 Resources/Articles/Data
  
Komputer
Pendidikan dan Komputer
Lembaga/Sekolah Komputer
Pelayanan IT / Komputer
Software Komputer
Hardware Komputer
Teknologi Terkait
Pesan dari Lapangan

Internet
Pendidikan dan Internet
Kiat Mendapatkan Dana
Pelayanan Desain Website
Pelayanan Website Hosting
Internet Service Provider
WAN Kota & Desa

Homepage
Membuat Homepage
HTML & JAVA

Teknologi Belajar
Garis Besar
Peralatan Audio-Visual
Bahan Audio-Visual
Lab IPA dan Komputer

Laboratorium Bahasa
Pendahuluan
Masalah2 Lab Bahasa
Model Baru
Model LabB/Self-Access
Manual LabB UpGrade
Perawatan Preventif
Model Bahan Sedehana
Suplier Lab Bahasa

WW-Web
Teknologi Pelajaran
Sumber Bahan Guru
MOO-MOO Pendidikan
Direktori Web
Mengajar K-12
Organisasi
Conferensi
Majalah
Papers

Belajar Jarak Jauh
Desain Bahan Pengajaran

Language Learning
Menggunakan Web
Sumber Bahasa Indonesia

CALL
Computer Aided Language Learning
Hal-Hal Umum
Sumber-Sumber / Informasi
Contoh-Contoh di Web

Lain-Lain
Ikut Forum Komputer
Links Pendidikan
Forum Pendidikan

  
 E-Mail Technolgy Gratis
  
Name:
Surname:

Name@Technology.zzn.com

Login:
Password:

Name@Technology.zzn.com

  
 Belajar di Luar Negeri
  



  
 Penerbangan Indonesia
  
Penerbangan di Indonesia

  
 100 Kunjungan Terakhir
  

  
 Login
  
Login:
Pass:
Register?
  

Ilmu Teknologi Pendidikan

Dunia Pendidikan Terhadap Gagasan Kewirausahaan
Seminar Di UNJ Jakarta

(Senin, 8 Februari 2010)

"Menurut analisa David McClelland, standar bagi negara maju dibutuhkan enterpreneur sebanyak 2% dari jumlah penduduk. Maka Indonesia membutuhkan 4,5 juta wirausaha untuk mengentaskan pengangguran. Saat ini baru ada 0,18% atau sekitar 400.000 wirausahawan (Menkop, 2009). sebagai pembanding, negara tetangga kita, singapura, memiliki 7,2% wirausahawan (Global Enterpreneur Monitor, 2005)." [Bambang Juwono, Februari 8, 2010]

Yang sangat jelas adalah kita perlu meningkatkan jumlah wirausaha di Indonesia kalau kita akan muncul dari keadaan kita yang sangat memprihatinkan. Perusahaan Bambang Juwono, AmazingEdu Software Pte Ltd adalah salah satu perusahaan yang dapat sebagai contoh di mana kita dapat melihat keberhasilan di pasar internasional dan membawa negara Indonesia ke pasar dunia. Kalau kita hanya targetkan pasar dalam negeri kita hanya memutarkan uang sendiri yang sudah sangat terbatas, kecuali kalau kita dapat mengalahkan produk-produk yang sekarang di-import.

Kita sebagai ilmuwan yang profesional dan ingin mendukung perkembangan negara kita, itu sangat penting bahwa kita targetkan barang yang sedang di-import sekarang supaya diganti dengan produk lokal, atau pasar-pasar di luar negeri.

Salah satu konsern saya sejak tahun 2001 adalah banyak bisnis di dalam negeri kita yang kelihatannya mengangap pendidikan dan sekolah-sekolah kita adalah pasar yang mudah dibentuk sebagai pasar besar untuk mereka tanpa consern untuk dampaknya. Kelihatannya mereka merasa masuk pasar pendidikan di Indonesia adalah mudah karena manajemen pendidikan kita dan pengawasan dari sektor-sektor pendidikan di negara kita adalah lemah.

Sudah waktu kita mulai memeriksa produk-produk yang ditarwakan oleh perusahaan-perusaahan untuk sektor pendidikan kita. Semua produk perlu di uji coba secara terliti (penelitian) dan harus ada bukti yang konkrit sebelum marketers boleh menarwakan produk-produk ke sekolah. Misalnya retorika seperti "Internet akan meningkatkan mutu pendidikan di sekolah" sangat perlu dibuktikan sebelum pemerintah, maupun bisnis-bisnis boleh menyampaikan ke media masa karena belum tentu Kepala Sekolah maupun Guru-Guru di lapangan mempunyai "Critical Thinking Skills" atau cukup waktu untuk menganalisa produk-produk baru.

Setelah beberapa tahun anak-anak kita mengakses Internet di kota besar apakah mereka adalah lebih cerdas, atau hanya membuang banyak waktu chatting, yang lebih baik digunakan untuk pembelajaran? Kelihatannya banyak masalah terkait dengan Internet sudah mulai muncul di desa-desa kita (sampai ada anak-anak kita yang sudah mulai jalan ke warnet untuk chatting, daripada masuk sekolah).
Di mana hasil penelitian?

Ini adalah masalah global, dan semua teknologi dapat membawa dampak negative. Dari statistiks mengenai jumlah pemakai Facebook di Indonesia, mungkin kebudayaan kita
(ingin santai) juga dapat meningkatkan masalahnya di Indonesia.

Yang penting sekarang adalah kita tidak menambah beban untuk anggaran pendidikan kita gara-gara tujuan bisnis. Fasilitas dan Infrastruktur di dunia pendidikan kita masih jauh di bawah standard. Puluhan ribu sekolah adalah rusak atau ambruk, dan semua sektor manajemen pendidikan kita juga memperkosa anggaran untuk pendidikan secara sistemik. Jangan sampai anggaran pendidikan kita juga diperkosa oleh bisnis yang menawarkan produk-produk yang tidak diperlui untuk mencapaikan mutu pendidikan yang berstandar internasional di negara kita.

TPers, kita perlu meningkatkan jumlah wirausaha di negara kita, tetapi kita harus kreatif dan inovatif dan menuju ke pasar internasional seperti AmazingEdu. Mohon jangan anggap pendidikan di negara kita sebagai pasar saja. Infrastruktur misalnya komputer tidak akan cukup untuk mengajar TIK di semua sekolah sebelum tahun 2015 (paling cepat), apa lagi untuk menggunakan komputer untuk pembelajaran, dan ada banyak prioritas yang jauh lebih penting daripada teknologi canggih di sekolah-sekolah kita


Ada banyak sektor di mana perkembangan seorang sebagai individu yang kreatif tidak penting, di mana Teori Behaviorist dan E-Learning dapat berperan. Juga ada banyak kesempatan untuk wirausaha di bidang Graphic Design, Games, Cartoons, Comics, Public Information Sector.. dll. Ide.. Saya belum pernah melihat komik-komik online, mungkin ada tetapi bukan hobi saya. Saya merasa dari banyak yang berniat membaca "Comic Strip" (bukan animasi), dari surat kabar di luar negeri, mungkin ini adalah sesuatu yang dapat laku di Indonesia, siapa tahu?

Yang penting kita "brainstorm" terus begini sampai kita ketemu salah satu ide yang dari hati kita, kita ingin mengembangkan. Menurut saya, ini dasarnya proses kreativitas, di mana kita melihat dunia kita dari segi lain dan melepaskan diri dari kebiasaan (Status Quo).
Ayo, Kita Harus Berani Untuk "Step Out Of The Box". Kalau tidak, sebaiknya kita menjual basko saja, seperti puluhan orang lain.

Salah satu isu yang saya sarankan di sesi Bapak I Putu Surya Negara, yang mengagetkan saya waktu saya baru tiba pertama kali di Indonesia tahun 1983. Karena saya baru datang dan saya mempunyai banyak hobi saya kira salah satu cara untuk mulai gaul (dan belajar bahasa Indonesia) adalah ikut kegiatan-kegiatan klub atau grup sosial terkait dengan salah satu hobi saya. Ini strategi yang biasanya berhasil kalau pindah ke daerah lain di negara saya dulu.

Padahal, waktu saya mulai tanya kenalan-kenalan saya di sini "Apa hobinya?" jawabannya biasanya makan, jalan-jalan, dengar musik, tidur, dll... Jadi saya bingung karena saya tidak pernah berpikir bahwa kegiatan-kegiatan begini sebagai hobi, hanya kebiasaan. Di Facebook Penerbangan saya dari awal saya menulis "Chemistry, "Mad Science", Electronics and Aviation have been my main hobbies since I was about 12" dengan harapan bahwa pembaca yang mempunyai hobi yang sama akan membagi info dengan saya.

Hobi-hobi yang beragam adalah sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan dan membuka kesempatan untuk dapat keterampilan dalam banyak macam bidang sambil meningkatkan kreativitas kita. Karena uang di keluarga saya tidak kelibihan dan sering sepatu saya saja dibeli dengan kredit, saya terpaksa kreatif untuk mencari uang untuk hobi-hobi saya. Jadi saya berusaha dengan pengetahuan dan pengalaman yang saya mempunyai dari hobi-hobinya. Misalnya saya membuat "Chemistry Set" dan peralatan yang saya membuat sendiri yang saya menjual ke teman-teman sekolah saya.

Salam Teknologi Pendidikan
Phillip Rekdale


Bapak Bambang Juwono
(Man of Vision)

Melihat Galeri Foto



Bapak Arief Rachman
(Man of Passion)

Melihat Galeri Foto



Bapak I Putu Surya Negara
(Man of Method)

Melihat Galeri Foto

What do all these three men have in common? They are all "Men of Action"



TP Expo
Melihat Galeri Foto



Peserta & Panitia
Melihat Galeri Foto



Dibuat Februari 10, 2010
Copyright © 2008-2010

  ISU2 TEKNOLOGI PENDIDIKAN
Guru Ga Boleh 'Gaptek' ???
Teknologi Tepat Guna
Perkembangan Teknologi Pendidikan Sesuai Arah Pembangunan Pendidikan
Ketidakmerataan Pendidikan Sudah Cukup Sering Dibicarakan
1 Komputer Untuk Satu Siswa, Atau Berapa Rasio Yang Terbaik?
Pembelajaran Yang Standar Dunia
Kita Kan Tetap Harus Berusaha Untuk Mengikuti Perkembangan Dunia, kan?
Skype di kelas bahasa Inggris?
Teknologi Pendidikan Tepat Guna :: "Appropriate Technology"
Programmed learning - E-Learning Dapat Membunuh Kreativitas!
Mobile E-Learning Will Go Away - M-Learning?
Is the role of high-tech in learning significant?
E-Book - Mengapa kita selalu mencari solusi yang sulit?
Video Pendidikan Gratis - Apakah Ini Solusinya?
Kuliah Bersama di Widya Telewicara... Aduh...
Apakah Kebijakan terhadap TIK (ICT) di Sekolah Mengancam Perkembangan Pendidikan?
Mengaktifkan Siswa Dalam Belajar - Pembelajaran Aktif!
Teknologi Pendidikan - Ilmuwan Teknologi Pendidikan Di Mana?
Apakah Teknologi Pendidikan Adalah Solusinya?
Dunia Pendidikan Terhadap Gagasan Kewirausahaan
 Alat Revolusi Pendidikan
  

Ada Produk Teknologi Yang Dapat Membuat Revolusi Di Bidang Pendidikan Di Seluruh Indonesia. Sekarang kita dapat belajar di manapun, di kota besar, di kota kecil, di desa, maupun di becak. Relatif kecil dan dapat masuk tas anda jadi dapat dibawa ke mana saja. Anda hanya perlu mempunyai niat belajar dan anda dapat belajar tanpa batas. Tidak perlu koneksi ke listrik dan battery dijaminkan selama hidup (katanya). Juga tidak kena ongkos layanan (Internet atau Hanfon). Tidak memakan pulsa jadi kalau anda tidur dan lupa mematikan alat revolusi pendidikan ini tidak akan kena ongkos. Alat ini juga dapat dipakai di seluruh dunia tanpa koneksi khusus. Alat revolusi ini dapat dibeli di toko dekat anda sekarang dan dapat digunakan secara langsung... dan dapat belajar sambil pulang!

Ayo Beli Sekarang!

(Info Lengkap Di Sini)

  

 Pendidikan Kelas Dunia
  
Pendidikan Kelas Dunia
  
 Metodologi Pembelajaran
  

Metodologi Indonesia

  
 Teknologi Pendidikan
  

Ilusi atau Solusi
Ilusi Atau Solusi


  
 Ilmu Sains Untuk Anda
  

Mad Scientist
  
 Website Kami & Kegiatan
  
Sains.TV

  
 Survei Sekolah 2012
  

Apakah Sekolah Anda:
belum punya Internet
sudah punya Internet


  
 Survei Guru 2012
  

Apa Kebutuhan:
Guru Tahun 2012?
(menulis saran anda)


  
 Search Situs TekPend
  


  
 Saran/Chat/Info Online