Pendidikan Nade EasyTujuan PendidikanMetodologi PendidikanGuru BermutuPendidikan Network IndonesiaMajalah Teknologi IndonesiaTeknologi Tepat Guna
Ke Halaman UtamaIsu-Isu Teknologi PendidikanDikotomi Teknologi PendidikanTujuan Teknologi PendidikanInternet Masuk SekolahKegiatan Belajar Mengajar (KBM)
 Home & Situs Jaringan
 Database Teknologi
 Berita Tekno Pendidikan
 Tentang Kami
 Resources/Articles/Data
  
Komputer
Pendidikan dan Komputer
Lembaga/Sekolah Komputer
Pelayanan IT / Komputer
Software Komputer
Hardware Komputer
Teknologi Terkait
Pesan dari Lapangan

Internet
Pendidikan dan Internet
Kiat Mendapatkan Dana
Pelayanan Desain Website
Pelayanan Website Hosting
Internet Service Provider
WAN Kota & Desa

Homepage
Membuat Homepage
HTML & JAVA

Teknologi Belajar
Garis Besar
Peralatan Audio-Visual
Bahan Audio-Visual
Lab IPA dan Komputer

Laboratorium Bahasa
Pendahuluan
Masalah2 Lab Bahasa
Model Baru
Model LabB/Self-Access
Manual LabB UpGrade
Perawatan Preventif
Model Bahan Sedehana
Suplier Lab Bahasa

WW-Web
Teknologi Pelajaran
Sumber Bahan Guru
MOO-MOO Pendidikan
Direktori Web
Mengajar K-12
Organisasi
Conferensi
Majalah
Papers

Belajar Jarak Jauh
Desain Bahan Pengajaran

Language Learning
Menggunakan Web
Sumber Bahasa Indonesia

CALL
Computer Aided Language Learning
Hal-Hal Umum
Sumber-Sumber / Informasi
Contoh-Contoh di Web

Lain-Lain
Ikut Forum Komputer
Links Pendidikan
Forum Pendidikan

  
 E-Mail Technolgy Gratis
  
Name:
Surname:

Name@Technology.zzn.com

Login:
Password:

Name@Technology.zzn.com

  
 Belajar di Luar Negeri
  



  
 Penerbangan Indonesia
  
Penerbangan di Indonesia

  
 100 Kunjungan Terakhir
  

  
 Login
  
Login:
Pass:
Register?
  

Ilmu Teknologi Pendidikan

"Ketidakmerataan Pendidikan Sudah Cukup Sering Dibicarakan"
(Solusinya? hm... tell me how sir?)


Dari Dalila Sadida - "saya jadi ingat saat sedang kuliah, hal macam ini (ketidakmerataan pendidikan) sudah cukup sering dibicarakan pak, namun rasanya masih "sebatas" dibicarakan, action nya? hm... tell me how sir? while I'm "just" an ordinary uni student. thank you in advance :)"


Phillip Rekdale @Dalila Sadida - Terima kasih

Kalau melihat keadaan, jelas ICT bukan solusinya.
http://teknologipendidikan.com/rasiokomputer.html

Masalah kita adalah, kita selalu mencari solusi ajaib, dan suka lewat yang betul adalah solusi (Can't see the forest because of the trees).

Kalau saya ingat pada tahun 1998-2000 waktu saya bekerja di Kemendiknas, saya masih ingat Pak Arief Rachman menyampaikan kepentingan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dan Pembelajaran Kontekstual (PAKEM) kepada Kepala Sekolah dengan pasion dan semangat yang sebelumnya saya belum pernah menyaksikan. Hebat!

Tetapi, kayaknya kita sudah lupa kata-kata beliau, dan sampai sekarang MBS dan Pembelajaran Kontekstual sudah ditinggalkan sebelum dilaksanakan, dan kita tidak mempunyai fondasi pendidikan.

MBS, PAKEM, dan TTG (TTG sudah ada di semua sekolah sekarang) masih adalah kuncinya untuk melaksanakan pendidikan yang bermutu, maupun 'meratakan pendidikan' karena berbasis kemampuan dan kreativitas guru, dan sampai sekarang otak guru masih adalah teknologi yang paling mampu melaksanakan pembelajaran yang efektif dan bermutu di Indonesia, maupun di luar negeri. Kita hanya perlu mengaktifkan otaknya :-)
Maupun siswa-siswi kita:
http://teknologipendidikan.com/mengaktifkansiswa.html dan
http://teknologipendidikan.com/21stcenturylearning.html

Sejak akhirnya tahun 80an (di luar negeri) dan pada awal tahun 2000 (di sini), Audio-Visual Aids (alat bantu pembelajaran) dan Ilmu TP sudah mulai digeserkan sampai ada manusia yang kelihatannya percaya bahwa teknologi dapat mengajar lebih efektif daripada manusia.

Di mana kita ingin membentukkan perilaku orang dan menyampaikan informasi tertentu pembelajaran berbasis-teknologi, seperti e-learning mempunyai peran, misalnya karyawan kantor, pilot, tentara, perawat, dll, di mana perilakunya adalah berbasis kebijakan dan seragam.

Tetapi di mana tujuan kita adalah mengembankan seorang sesuai kemampuan beliau secara individu, yang kreatif dan inovatif dan dapat mandiri maupun menghadapi tantangan baru, tidak ada pengganti untuk manusia (guru) dengan Appropriate Technology (TTG).

Menurut saya, cara meratakan pendidikan di Indonesia adalah meratakan SDMnya. Bukan oleh pelatihan dan penataran seperti zaman D4, tetapi oleh meningkatkan akuntabilitas guru untuk meningkatkan kemampuan sendiri (seperti di luar negeri) oleh informasi yang tepat yang dapat lewat media mana saja, tetapi jangan menggunakan e-learning karena yang kita paling tidak perlu adalah jutaan guru seperti robot :-)

Ini hanya dasarnya, ada banyak informasi lain di FB maupun website saya. Mulai di:
http://teknologipendidikan.com/kebijakan-ict.html

Salam Teknologi Pendidikan

Phillip Rekdale

Jakarta, Juni 2010



Dibuat 26 Juni, 2010
Copyright © 2008-2010

  ISU2 TEKNOLOGI PENDIDIKAN
Guru Ga Boleh 'Gaptek' ???
Teknologi Tepat Guna
Perkembangan Teknologi Pendidikan Sesuai Arah Pembangunan Pendidikan
Ketidakmerataan Pendidikan Sudah Cukup Sering Dibicarakan
1 Komputer Untuk Satu Siswa, Atau Berapa Rasio Yang Terbaik?
Pembelajaran Yang Standar Dunia
Kita Kan Tetap Harus Berusaha Untuk Mengikuti Perkembangan Dunia, kan?
Skype di kelas bahasa Inggris?
Teknologi Pendidikan Tepat Guna :: "Appropriate Technology"
Programmed learning - E-Learning Dapat Membunuh Kreativitas!
Mobile E-Learning Will Go Away - M-Learning?
Is the role of high-tech in learning significant?
E-Book - Mengapa kita selalu mencari solusi yang sulit?
Video Pendidikan Gratis - Apakah Ini Solusinya?
Kuliah Bersama di Widya Telewicara... Aduh...
Apakah Kebijakan terhadap TIK (ICT) di Sekolah Mengancam Perkembangan Pendidikan?
Mengaktifkan Siswa Dalam Belajar - Pembelajaran Aktif!
Teknologi Pendidikan - Ilmuwan Teknologi Pendidikan Di Mana?
Apakah Teknologi Pendidikan Adalah Solusinya?
Dunia Pendidikan Terhadap Gagasan Kewirausahaan
 Alat Revolusi Pendidikan
  

Ada Produk Teknologi Yang Dapat Membuat Revolusi Di Bidang Pendidikan Di Seluruh Indonesia. Sekarang kita dapat belajar di manapun, di kota besar, di kota kecil, di desa, maupun di becak. Relatif kecil dan dapat masuk tas anda jadi dapat dibawa ke mana saja. Anda hanya perlu mempunyai niat belajar dan anda dapat belajar tanpa batas. Tidak perlu koneksi ke listrik dan battery dijaminkan selama hidup (katanya). Juga tidak kena ongkos layanan (Internet atau Hanfon). Tidak memakan pulsa jadi kalau anda tidur dan lupa mematikan alat revolusi pendidikan ini tidak akan kena ongkos. Alat ini juga dapat dipakai di seluruh dunia tanpa koneksi khusus. Alat revolusi ini dapat dibeli di toko dekat anda sekarang dan dapat digunakan secara langsung... dan dapat belajar sambil pulang!

Ayo Beli Sekarang!

(Info Lengkap Di Sini)

  

 Pendidikan Kelas Dunia
  
Pendidikan Kelas Dunia
  
 Metodologi Pembelajaran
  

Metodologi Indonesia

  
 Teknologi Pendidikan
  

Ilusi atau Solusi
Ilusi Atau Solusi


  
 Ilmu Sains Untuk Anda
  

Mad Scientist
  
 Website Kami & Kegiatan
  
Sains.TV

  
 Survei Sekolah 2012
  

Apakah Sekolah Anda:
belum punya Internet
sudah punya Internet


  
 Survei Guru 2012
  

Apa Kebutuhan:
Guru Tahun 2012?
(menulis saran anda)


  
 Search Situs TekPend
  


  
 Saran/Chat/Info Online