 |
|
| Belajar di Luar Negeri |
|
| |

| |
|
| Penerbangan Indonesia |
|
| |

| |
|
| 100 Kunjungan Terakhir |
|
| |

| |
|
 |
|
 |
|
E-Learning, Si TPers dan Peran Teknologi Pendidikan
Friday, 29 January 2010
Kebetulan kemarin saya meliat "http://www.web-bali.net" dan membaca "Si TPers".
Re: "Si tpers holds a palm-top type of computer on its left hand and a drawing brush on the right. Palm-top symbolizes the digital era that influences learning and instruction, while the drawing brush is for conventional pattern of schools"
Saya sudah mulai menggunakan komputer untuk pendidikan pada tahun 1974an dengan HP 2100A mini komputers di Footscay Institute of Technology, dan waktu itu boleh disebut "the digital era". Dengan muncul XT maupun AT kira-kira akhir 80an sampai tahun 1997/9 banyak guru maupun dosen sangat sibuk (dan hanya) membuktikan bahwa ICT untuk pembelajaran mempunyai peran yang sangat terbatas dan pada tahun 2000, kecuali untuk beberapa orang yang ketinggalan zaman, kepercayaan kepada ICT untuk pembelajaran di sekolah mulai turun dan guru-guru sudah bosen dengan retorika dari marketers (maupun beberapa presenter yang kelihatannya hanya mencari muka).
Re: "Palm-top symbolizes the digital era that influences learning and instruction"
Di Tingkat Sekolah - Sebetulnya tidak begitu penting. Misalnya di Australia, seperti kebanyakan negara maju pembelajaran di kelas adalah secara pembelajaran kontekstual, cara belajar yang terbaik karena mengaktifkan pelajarnya, dan teknologi pembelajaran sangat tergantung tujuannya dan sering adalah sangat sederhana.
Re: "drawing brush on the right"
Ingat bahwa the "drawing brush" "enables" kreativitas tampa batas, tetapi Programmed Learning dapat membunuh kreativitas karena hanya jawaban atau perilaku tertentu akan diterima.
"It (programmed learning) works best in basic courses which introduce the vocabulary of a discipline, heavily fact-based courses and rule-based technical courses." (Berbasis-Asal-Hafal-Saja) Saya setuju dengan ini, dan dari pengalaman saya, pelajar sering menjadi bosen dengan ICT (saja) di tingkat ini juga.
Mengapa Programmed Learning Dapat Membunuh Kreativitas?
http://teknologipendidikan.com/kreativitas.html
Salah satu isu yang sering disebut adalah "E-Learning Adalah Interaktif". Jelas mereka belum pernah masuk Kelas PAKEM, "Yang Interaktif Setiap Saat"!
http://pendidikan.net/pakem.html
Sebetulnya ada banyak sekali masalah dengan E-Learning (kebanayan terkait dengan human issues and the importance of self-expression, free discussion, peer learning, dan benefits of group learning). Tetapi Isu utama untuk TPers adalah ICT menggagalakan tujuan utama TP, yaitu tidak memberi kesempatan untuk banyak variasi "cognitive style" pelajar (ICT - komunikasi lewat jari - di depan layar komputer).
http://teknologipendidikan.com/perspektif.html
Salam Teknologi Pendidikan
Ayit Can Be Success; bagaimana untuk adik2 kita yang ada didaerah pedalaman,
kawan2 tolong dipikirkan untuk kemajuan mereka..
jauh dari perkembangan teknologi, selama ini hampir 70 % kita berpusat dikota saja, bagaimana yg di daerah terpencil.. apakah selamanya mereka terbelakang..?
Phillip Rekdale; @Ayit Can Be Success, Apa hubungannya? Melihat http://MBEProject.Net dan http://InovasiPendidikan.Net Yang di kota yang ketinggalan zaman sebetulnya :-) Dan paling dipengaruhi oleh teknologi yang merugikan mereka. http://E-Pendidikan.Com Pendidikan terbaik tidak tergantung teknologi. Membaca http://TeknologiPendidikan.Com dengan mata yang terbuka. Masalah utama di daerah pedalaman adalah pemerintah yang kurang memperhatikan. http://Ambruk.Com
Salam Teknologi Pendidikan
http://Pendidikan.Net
Phillip Rekdale; Ratusan Siswa SMA Belajar di Jembatan Penyeberangan
Kamis, 28 Januari 2010 22:30
SEMARANG--MI: Ratusan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Islam Sultan Agung 3 Semarang, Jawa Tengah, Kamis (28/1), belajar di jembatan penyeberangan yang terletak persis di depan sekolah tersebut.
Pelaksanaan kegiatan belajar di jembatan penyeberangan itu ternyata dilakukan bukan karena ruang sekolah mengalami kerusakan atau akibat lainnya, namun merupakan salah satu proses pembelajaran seni yang ditujukan kepada siswa.
"Kami sengaja membawa siswa dari ruang kelas menuju hiruk-pikuk jalan raya agar mereka dapat berimajinasi secara bebas," kata guru pelajaran seni teater SMA Islam Sultan Agung 3 Semarang Rhobi Sani saat ditemui di lokasi.
Ia mengatakan, kegiatan belajar di jembatan penyeberangan itu sebenarnya telah dilakukan sejak Rabu (27/1) diikuti beberapa kelas dan dilakukan mulai jam pelajaran pertama hingga jam pelajaran keenam.
http://www.mediaindonesia.com/read/2010/01/28/119902/88/14/Ratusan-Siswa-SMA-Belajar-di-Jembatan-Penyeberangan
Naaaaa.... Ini contoh kreativias
Kita perlu kreativitas... bukan cuci otak kan?
Ayit Can Be Success; bgmn kreativitas kita memajukan org desa..?jgn smp mereka kekota hanya jadi penonton..
Phillip Rekdale; Belum baca ya?
Re: "kreativitas kita memajukan org desa"
Pasti bukan lewat e-Learning yang hanya dapat membunuh kreativitas mereka, kan?
Salam
Ayit Can Be Success; cb mister jln2 kedesa, pahami keinginan mereka, sy juga termasuk org desa...
Phillip Rekdale; Re: "pahami keinginan mereka" - Saya paham, dan saya juga paham bahwa kebanyakan sekolah di desa tidak punya cukup komputer untuk mengajar mata pelejaran TIK, yang betul penting.
"Sekarang Satu Komputer Untuk 2.000 Siswa" dan "dari jumlah total yang mencapai 200.000 sekolah, sekitar 182.500 sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA se-Indonesia belum terakses internet", jelas TIK bukan solusinya sekarang, kan?
Target Depdiknas adalah komputer 1:20 siswa pada tahun 2015 (kalau jadi). Ini hanya cukup untuk mengajar TIK saja, tidak sama sekali cukup untuk mengunakan e-learning (yang hanya membunuh kreativitas) - Fortunately!... See more
Kalau begitu membaca http://MBEProject.Net dan belajar caranya untuk membantu sekolah-sekolah anda "sekarang". Yang standard dunia.
Salam Teknologi Pendidikan
Phillip Rekdale; Re: "bgmn kreativitas kita" - Kita tidak kreatif kalau kita hanya melaksanakan teknologi pendidikan yang di-import, tidak dapat dilaksanakan secara nasional dalam 10 tahun, yang merugikan anak-anak kita di desa, kan?
Ayit Can Be Success; memang betul...namun yang SDM pendidik skrg untuk memajukan org desa masih kurang sempurna krn personal kawan-kawan pendidik,yaitu mereka hanya dibekali teori yang belum tentu sesuai dg kondisi ditempat yang akan dibantu...banyak kendala seperti itu yang saya dapatkan,,,
Virzha Aulianna; teknologi = cara = kreativitas
jadi, teknologi tidak hanya b'hubungan dg komputer..
Phillip Rekdale; Ya betul, dan teknologi yang benar cocok adalah solusinya untuk membantu meningkatkan mutu pendidikan. Sebagai TPer yang profesional kita tidak boleh lupa akarnya TP, dan berjuang untuk meningkatkan kreativitas siswa-siswi kita, maupun kreativitas guru oleh Appropriate Technology seperti negara lain.
http://teknologipendidikan.com/solusi.html
Ref: http://www.facebook.com/?ref=home#/notes/phillip-rekdale/e-learning-si-tpers-dan-peran-teknologi-pendidikan/277705282747
Dibuat Februari 2, 2010
Copyright © 2008-2010
|
|
|
 |
|  |